
BENGKULU SELATAN – Sebuah meriam yang diduga merupakan peninggalan sejarah ditemukan warga di Desa Jeranglah Tinggi, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Penemuan meriam tersebut berada di Dusun Mutar Alam. Meriam ditemukan setelah warga melihat adanya gundukan tanah yang menonjol seperti bongkahan besi di sekitar lokasi longsoran tanah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan, Nofman Pasah, membenarkan adanya penemuan benda yang diduga sebagai meriam peninggalan sejarah tersebut.
Warga Bongkar Gundukan Tanah Selama Dua Hari
Nofman menjelaskan, informasi mengenai penemuan tersebut awalnya disampaikan oleh masyarakat yang melintas di sekitar sungai.
Warga kemudian mendekati gundukan tanah yang terlihat seperti besi. Setelah dilakukan pembongkaran selama kurang lebih dua hari, warga menemukan benda berbentuk panjang yang ternyata merupakan sebuah meriam.
“Awalnya warga melihat tanah longsoran dan ada gundukan yang menonjol seperti besi. Setelah didekati, ternyata seperti bongkahan besi panjang. Kemudian gundukan itu dibongkar selama dua hari dan ditemukan meriam,” ujar Nofman.
Menurut Nofman, berdasarkan pengecekan awal, meriam tersebut diperkirakan sudah berusia sangat tua dan diduga berkaitan dengan peninggalan sejarah masa lalu di Bengkulu Selatan.
Dikbud Koordinasikan Temuan dengan Balai Kebudayaan
Dikbud Bengkulu Selatan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengirimkan data penemuan tersebut kepada pihak Balai Kebudayaan untuk dilakukan kajian lebih lanjut.
Nofman mengatakan, dalam waktu dekat pihak kementerian juga direncanakan datang ke Bengkulu Selatan untuk melihat langsung lokasi penemuan meriam tersebut.
“Setelah kami cek ke lapangan, datanya sudah kami kirimkan ke Balai Kebudayaan. Dalam waktu dekat kemungkinan pihak kementerian akan datang untuk melihat langsung penemuan ini,” ungkapnya.
Ia menyebut, berdasarkan informasi awal dari pihak balai, di sekitar lokasi penemuan meriam tersebut kemungkinan terdapat struktur atau peninggalan lain yang berkaitan dengan sejarah masa lalu, termasuk dugaan adanya benteng.
Meriam Memiliki Panjang 130 Sentimeter
Adapun meriam yang ditemukan di Desa Jeranglah Tinggi tersebut memiliki panjang sekitar 130 sentimeter dengan diameter atau lebar sekitar 18 sentimeter.
Sementara berat meriam diperkirakan mencapai sekitar 300 kilogram.
Nofman menuturkan, pihaknya masih menunggu kajian lebih lanjut untuk memastikan usia, asal-usul, serta fungsi meriam tersebut.
“Kita masih menunggu kajian lebih lanjut. Nanti akan didata dan dicatat oleh kementerian, sehingga bisa diketahui secara pasti nilai sejarah dan asal-usul meriam tersebut,” jelasnya.
Dikbud Siapkan Tempat dan Papan Informasi
Nofman mengatakan, untuk sementara meriam tersebut masih dijaga oleh masyarakat di sekitar lokasi penemuan.
Ke depan, Dikbud Bengkulu Selatan berencana membuat dudukan khusus agar meriam dapat ditempatkan dengan aman. Pihaknya juga akan memasang papan informasi agar masyarakat mengetahui bahwa benda tersebut merupakan bagian dari sejarah daerah.
“Untuk sementara masih dijaga masyarakat. Kemungkinan nanti kita buatkan dudukan agar meriam bisa ditempatkan dengan baik, kemudian diberi papan informasi supaya masyarakat yang datang mengetahui bahwa Bengkulu Selatan memiliki peninggalan sejarah seperti ini,” katanya.
Menurutnya, apabila hasil kajian nantinya menetapkan meriam tersebut sebagai benda cagar budaya, keberadaannya akan mendapatkan perhatian dan pemeliharaan lebih lanjut.
Meriam Serupa Juga Ditemukan di Desa Lain
Selain di Desa Jeranglah Tinggi, Nofman mengungkapkan, temuan meriam serupa juga terdapat di wilayah Bengkulu Selatan lainnya.
Beberapa di antaranya berada di Desa Air Umban dan Desa Padang Tambak. Berdasarkan pengecekan awal, ukuran meriam yang ditemukan di wilayah tersebut diperkirakan hampir sama dengan meriam yang ditemukan di Jeranglah Tinggi.
“Kita juga sudah mengecek penemuan meriam di beberapa daerah lainnya, seperti Desa Air Umban dan Desa Padang Tambak. Ukurannya diperkirakan hampir sama,” ungkap Nofman.
Ia berharap seluruh peninggalan tersebut dapat segera didata dan dikaji sehingga keberadaannya dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat.
Penemuan meriam tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap jejak sejarah Bengkulu Selatan. Pemerintah daerah berharap peninggalan yang ditemukan dapat dirawat dan menjadi pengetahuan bagi generasi muda tentang sejarah daerah pada masa lampau.







