KAUR, RADARMELAYU.COM – Miriiiis nian potret di Desa Sinar Mulia, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Kamis (15/10/2026).
Jenazah Ibuk Juleha (60), warga RT 09 Dusun Air Bacang harus ditandu warga menggunakan bambu dan kain batik. Pasalnya, akses jalan menuju rumah duka hancur lebur, berlumpur dan berbatu, sehingga mobil jenazah tak bisa masuk.
Diketahui, almarhumah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kaur. Setelah dinyatakan meninggal Kamis (15/10/2026), keluarga membawa jenazah pulang ke RT 09 Dusun Air Bacang untuk dimakamkan. Namun setibanya di perbatasan dusun, kendaraan terpaksa berhenti karena kondisi jalan yang sangat ekstrem.
Gotong royong warga pun menjadi penyelamat. Tanpa pikir panjang, warga membuat tandu darurat. Empat warga secara estafet memikul jenazah Ibuk Juleha yang juga istri dari bapak Saripudin merupakan warga Dusun Air Bacang itu, menyusuri jalan tanah merah yang licin dan penuh lubang hingga sampai ke rumah duka.
Peristiwa pilu ini ternyata bukan yang pertama. Hal itu dibenarkan langsung oleh Kepala Desa Sinar Mulia, Saniyah. Ia mengaku warganya di RT 09 Air Bacang sudah sering mengalami hal serupa, terutama saat ada yang sakit hendak berobat.
“Memang benar, bukan kali ini saja. Kalau ada warga kami sakit di RT 09 Air Bacang mau berobat ke bawah susahnya luar biasa, harus ditandu dulu. Begitu juga kalau pulang, termasuk jenazah ini,” ungkap Kades Saniyah.
Senada, Wakil Ketua BPD Desa Sinar Mulya Ahlan Budi Kusuma ia juga berharap ada perhatian serius. Ia bersama Kades Saniyah meminta kepada pemerintah pusat, provinsi, hingga Kabupaten Kaur agar dapat mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan menuju Dusun Air Bacang.
Kini jenazah Ibuk Juleha telah dimakamkan di pemakaman keluarga di RT 09 Dusun Air Bacang. Isak tangis keluarga menyelimuti duka, menyisakan harapan agar potret pilu ini menjadi yang terakhir kalinya terjadi di Sinar Mulia. Semoga husnul khotimah.(red)





