DL Kalahkan Kesehatan dan Petani : Obat & Bibit Cuma Dapat Sisa

Edisi Bersambung

JAM DITANGAN redaksi menunjukkan hampir tengah malam. Kediaman redaksi sudah sepi. Rokok berlabel 234 hanya menyisakan puntung, Hanya suara jangkrik yang bersahutan dengan tetesan air hujan yang jatuh dari ujung atap genteng. Namun ada yang menarik ada deretangan angka Rp 15 Miliar lebih mengalir dari APBD Kaur.

LAPORAN KHUSUS REDAKSI RADAR MELAYU

Di dalam, hanya ada satu cahaya. Cahaya putih dari layar laptop Pemimpin Redaksi yang masih menyala. Ia belum tidur bukan pula bermain game. Bukan karena ada berita besar tentang banjir atau longsor. Bukan. Malam itu ia hanya menatap satu halaman. Satu halaman dari situs pemerintah. Situs yang seharusnya membosankan. Situs SiRUP. Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan.

Tapi halaman itu tidak membosankan malam itu. Halaman itu membuat mata redaksi terbuka lebar. Di baris paling atas, tertulis dengan jelas, tanpa sensor, tanpa ditutupi. ID RUP: 64236285. Nama Paket: Belanja Perjalanan Dinas Biasa – Luar Daerah. Satuan Kerja: Sekretariat DPRD Kabupaten Kaur. Pagu: Rp 15.377.500.000. Lima belas miliar tiga ratus tujuh puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah.

Redaksi mengulang membacanya. di kira mata redaksi lelah. Awalnya redaksi mengkira sistem salah ketik menambah nol nya kebanyakan. Di refresh halaman itu berkali-kali. Angka itu tetap di sana. Tidak berubah. Rp 15,3 Miliar. Untuk satu paket. Untuk perjalanan dinas biasa.

Ada hal yang menyentak malam itu. Saat scroll halaman itu ke bawah. Pelan-pelan. Di bawah angka raksasa itu, sistem yang sama, di Kabupaten yang sama, dengan sumber dana yang sama dari APBD Kaur 2026, menampilkan angka-angka lain. Angka-angka yang terlihat kecil, kerdil, dan malu-malu jika dibandingkan dengan yang di atasnya.

Baca Juga :  PT BSL 1 Lakukan Normalisasi Sungai Mertam Sepanjang 1,6 Kilometer

Baris kedua: Pengadaan Bibit Kelapa Sawit untuk Petani. Pagu nya Rp 6.000.000.000. Enam miliar. Untuk ribuan kepala keluarga petani di Kaur yang menunggu bibit itu tumbuh bertahun-tahun.

Baris ketiga: Belanja Barang dan Jasa BLUD RSUD Kaur. Pagu nya Rp 13.200.000.000. Tiga belas miliar. Untuk obat demam anak-anak kita. Untuk perban luka nelayan, petani buruh dan lainnya. Untuk oksigen di ruang ICU.

Di sinilah redaksi terdiam. Kebutuhan DL kalahkan kesehatan dan petani. Satu paket perjalanan dinas biasa Rp 15,3 Miliar. Satu paket untuk mengobati seluruh orang sakit di Kaur Rp 13,2 Miliar. Satu paket untuk bibit petani se-Kabupaten Kaur Rp 6 Miliar. Kalah semua.

Kami tidak butuh ahli anggaran untuk menjelaskan mana yang lebih berat. Juga tidak butuh profesor ekonomi untuk menjelaskan mana yang lebih bernyawa. Cukup lihat saja susunan angka itu di layar yang sama. Yang satu untuk terbang ke luar daerah. Yang lain untuk tumbuh dan untuk berobat di tanah sendiri.

Yang satu nilainya paling besar. Dan yang paling besar itu, justru yang paling jauh dari tanah Kaur. Malam ini mending kami tutup laptop perlahan. Lampu kami matikan. Tapi anehnya, angka Rp 15,3 Miliar itu tidak ikut padam. Ia masih menyala terang di kepala. Mengikuti merebahkan badan diatas tempat tidur.

Baca Juga :  DPD RI Destita Khairilisani Dorong UMKM Kaur Lengkapi Legalitas

Dan kami bertanya dengan suara pelan: Jika satu paket perjalanan dinas biasa saja bisa Rp 15,3 Miliar, lalau untuk semunya kebutuhan untuk di DPRD Kaur tahun 2026 berapa?

Pertanyaan itu yang membuat Pemimpin Redaksi bisa saja tidak bisa tidur malam kalau dipikirkan. Dan pertanyaan itu yang tentunya tak bisa mendapatkan jawaban cepat singkat seperti liputan berita kegiatan mutasi siang tadi, serimonial bebrbagi sembako atau batuan alat pertanian yang bisa dibuat beritanya versi AI. Jawaban membutuhkan investigasi mendalam, mulai besok redaksi memutuskan menurunkan tim investigasi wartawan Radar Melayu yang sudah mengantongi sertifikasi wartawan muda dari dewan pers, langkah ini juga sekaligus ingin menguji kemampuan tim investigasi radar melayu. Dengan data. Dengan konfirmasi. Bersambung…….

 

Edisi selanjutnya dengan judul :

Gerimis Sumpah Pemuda di Kantor DPRD Kaur, Menakar Rasa Keadilan di Balik Angka 15,3 Miliar

Penulis: Redaksi Radar Melayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *