KAUR, RADAR MELAYU.COM- Suasana duka menyelimuti Pelabuhan Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Seorang nelayan muda dilaporkan hilang secara misterius di tengah laut pada dini hari tadi, Sabtu (4/10).
Korban adalah Chan (21), warga Desa Suka Menanti Kecamatan Maje yang sehari-hari berprofesi sebagai tekong atau nahkoda perahu mesin tempel. Ia dikabarkan hilang saat hendak melaut mencari ikan di kawasan rumpon yang berjarak belasan mil dari bibir pantai Pelabuhan Linau.
Peristiwa nahas itu terjadi saat Chan berangkat bersama rekannya, Gerry (20). Keduanya berangkat sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dengan tujuan rumpon langganan mereka.
Di atas perahu, pembagian tugas sudah jelas. Chan sebagai tekong duduk di belakang mengendalikan mesin, sementara Gerry berada di haluan depan untuk mempersiapkan alat tangkap.
Namun perjalanan yang seharusnya 3 jam lebih itu berubah mencekam. Di tengah gelapnya laut, Gerry merasakan keanehan. Perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba berputar-putar di tengah laut dan tak kunjung melaju ke arah rumpon.
Merasa ada yang janggal, Gerry pun menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya ia, kursi nahkoda yang seharusnya diduduki Chan sudah kosong.
Diduga kuat, korban terjatuh akibat mengantuk karena berangkat terlalu dini hari, atau terpeleset akibat hantaman ombak. Faktor kelelahan menjadi dugaan sementara penyebab hilangnya korban.
Panik melihat rekannya hilang, Gerry sempat melakukan upaya pencarian seorang diri dengan memutar-mutar perahu di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun karena kondisi masih gelap gulita dan hanya seorang diri, upaya itu tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, Gerry memutuskan untuk memutar balik perahunya menuju pelabuhan kecil Desa Linau untuk meminta pertolongan warga.
Polisi Turun ke Lokasi
Kapolsek Maje, Iptu Rofiqun, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah berada di lokasi kejadian dan membantu proses pencarian bersama masyarakat.
“Ya benar, ada laporan nelayan hilang. Saat ini kami bersama tim sudah berada di lokasi dan membantu masyarakat melakukan pencarian,” ujar Iptu Rofiqun.
Kapolsek juga menghimbau kepada seluruh nelayan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melaut di malam atau dini hari.
“Kami menghimbau kepada seluruh nelayan agar tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik saat melaut, mulai dari kondisi fisik, perahu, hingga alat keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Linau, Ispi Yuli Darmin juga membenarkan kejadian tersebut.
“Iya betul, ada nelayan kita yang terjatuh mungkin saat sedang berangkat ke laut. Kejadiannya dini hari tadi,” ujar Ispi.
Ia menuturkan, saat ini seluruh nelayan di desanya masih terus melakukan pencarian.
“Saat ini dilakukan proses pencarian oleh nelayan-nelayan kita. Kita masih menyisir di sekitar lokasi rumpon belasan mil dari pelabuhan. Mohon doanya semoga cepat ditemukan,” tutur Kades.
Hingga berita ini dipublish, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlanjut dengan melibatkan nelayan, warga, dan aparat kepolisian.(red)






