RADARMELAYU.COM, KAUR – Kabar menggembirakan datang untuk masyarakat Kabupaten Kaur di tahun 2026 ini. Sebanyak 352 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipastikan akan dibedah total menjadi rumah yang layak, sehat dan nyaman untuk ditempati. Program ini berasal dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan bantuan langsung dari Pemerintah Pusat. Ratusan keluarga prasejahtera di beberapa kecamatan akan segera merasakan manfaat nyata dari program tersebut. “Untuk bantuan RTLH dari pusat, semuanya sudah berjalan. Tahun ini di Kabupaten Kaur total ada 352 penerima manfaat,” ucap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kaur, Ismawar Hasdan, ST.
Pembagian bantuan ratusan rumah tersebut dilakukan dalam tiga gelombang agar pengerjaannya lebih fokus dan maksimal. Gelombang pertama sebanyak 100 unit rumah dipusatkan di Kecamatan Nasal sebagai daerah dengan usulan terbanyak. Dilanjutkan gelombang kedua yang juga masih berada di Kecamatan Nasal dengan jumlah yang sama yakni 100 unit. Sedangkan pada gelombang terakhir, giliran warga di Kecamatan Padang Guci sebanyak 45 unit dan Kecamatan Maje sebanyak 45 unit yang mendapatkan jatah bedah rumah. “Bantuan ini disalurkan sebanyak tiga tahap, rinciannya tahap pertama 100 unit di Nasal, tahap kedua juga di Nasal 100 unit, dan tahap ketiga di Padang Guci 45 unit serta Maje 45 unit,” jelas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kaur, Ismawar Hasdan.
Jumlah 352 unit tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari ribuan usulan yang sebelumnya telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Kaur ke pusat. Tidak semua usulan langsung disetujui, karena tim dari Kementerian turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dan verifikasi faktual. Banyak rumah yang terpaksa dicoret karena terkendala masalah administrasi, seperti status desil ekonomi yang tidak masuk dalam DTKS dan perbedaan data lokasi tempat tinggal. Hanya rumah yang benar-benar memenuhi semua persyaratan teknis dan administrasi yang akhirnya ditetapkan sebagai penerima bantuan tahun ini. “Kalau yang kita usulkan cukup banyak ribuan, namun yang diakomodir cuma segitu. Ini sesuai dengan syarat-syarat yang berlaku, seperti desil dan lain-lainnya,” ungkapnya
Meski belum semua warga yang mengusulkan kebagian tahun ini, Dinas Perkim Kaur memastikan tidak akan berhenti berjuang. Pihaknya berkomitmen akan kembali mengusulkan sisa rumah yang belum terakomodir pada tahun anggaran berikutnya. Hal ini sangat memungkinkan karena program bedah RTLH ini menjadi salah satu program super prioritas dari Presiden RI dan akan terus berlanjut setiap tahunnya. Jika pola pengusulan yang konsisten ini terus dipertahankan, maka persoalan rumah tidak layak di Kabupaten Kaur diyakini akan tuntas dalam waktu tiga tahun ke depan. “Meskipun tidak semua terakomodir tahun ini, kami akan usulkan kembali tahun depan. Program ini akan terus berlanjut karena merupakan program prioritas Presiden, jika konsisten target tiga tahun RTLH di Kaur akan tuntas,” tegas Ismawar. (**)
Luar Biasa! 352 Rumah di Kaur Dibedah Total, Nasal Hingga Maje Kebagian












