KAUR, RADARMELAYU.COM – Komitmen untuk mewujudkan birokrasi yang berkualitas kembali ditegaskan Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. Orang nomor satu di Kabupaten Kaur itu menyatakan dukungan penuh terhadap aksi perubahan yang digagas oleh lima peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II asal Kabupaten Kaur.
Dukungan tersebut disampaikan Gusril Pausi saat menerima kunjungan sekaligus laporan langsung dari kelima peserta di ruang kerja Bupati Kaur, Senin 19 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat perubahan.Adapun kelima peserta PKA yang saat ini tengah menempuh pendidikan di UPT Diklat BKPSDM Kota Lubuk Linggau tersebut adalah:
- Jasman Suardi, S.E.
- Wahyu Purnawan, S.Hut.
- Hargian Suhadi, S.Sos.
- Indra Gunawan, S.Kom.
- dr. Ahmad Mufti H., M.H.
Dalam laporan yang disampaikan, para peserta menjelaskan bahwa mereka telah menyelesaikan tahapan pelatihan klasikal selama kurang lebih tiga minggu. Selain itu, mereka juga telah melaksanakan studi lapangan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran kepemimpinan administrator.
Studi lapangan tersebut dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kota Lubuk Linggau. Di sana, para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk mempelajari secara langsung praktik terbaik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Para peserta belajar dari berbagai pejabat di Lubuk Linggau, mulai dari Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi, S.H., Sekretaris Daerah, Inspektur, para Asisten di Sekretariat Daerah, hingga sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berhasil menerapkan inovasi pelayanan.
Mengusung tema besar “Kepemimpinan dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik”, masing-masing peserta mengembangkan judul dan rancangan aksi perubahan yang berbeda-beda. Judul tersebut disesuaikan dengan bidang tugas, permasalahan yang dihadapi, serta kebutuhan peningkatan pelayanan di instansi masing-masing di Kabupaten Kaur.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Kaur Gusril Pausi memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan seperti PKA harus mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya sebatas untuk pengembangan kompetensi aparatur secara individu, tetapi juga harus bermuara pada peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sangat mendukung aksi perubahan yang dilaksanakan oleh peserta PKA dari Kabupaten Kaur. Ini merupakan pendidikan yang benar-benar terasa manfaatnya apabila ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, sehingga membawa perubahan positif bagi birokrasi dan masyarakat kita,” tegas Bupati Gusril Pausi.
Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan rangkaian pendidikan dengan baik, tepat waktu, dan mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya implementasi hasil pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing setelah kembali bertugas.
Dengan demikian, gagasan aksi perubahan yang disusun tidak hanya menjadi persyaratan kelulusan pendidikan, tetapi benar-benar diwujudkan sebagai sebuah inovasi yang memberikan dampak nyata bagi organisasi, peningkatan kinerja OPD, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Kaur.
Dukungan yang diberikan Bupati Kaur tersebut menjadi suntikan motivasi bagi para peserta untuk terus berinovasi, memperkuat profesionalisme, menjaga integritas sebagai ASN, serta membangun tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui peningkatan kapasitas aparatur dan penerapan aksi perubahan yang tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Kaur diharapkan terus bergerak maju menuju birokrasi yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta pembangunan daerah yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Birokrasi yang baik bukan sekadar tentang menjalankan tugas rutin, melainkan tentang bagaimana menghadirkan perubahan, solusi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(ADV/Red)






