KAUR  

Dari Wartawan Hingga Mendirikan Media, Kisah Keuletan Ahlan BK

KAUR, RADARMELAYU.COM — Perjalanan membangun karier tidak selalu dimulai dari tempat yang penuh kemudahan. Tekad, keuletan, dan keberanian mengambil peluang sering kali menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Hal tersebut tergambar dalam perjalanan Ahlan Budi Kusuma, S.P., pemuda asal Desa Sinar Mulya, Kecamatan Maju, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang kini merintis media online Ranah Nusantara.

Di balik kehidupannya yang sederhana, Ahlan memiliki perjalanan tersendiri dalam dunia jurnalistik. Pria yang hingga kini masih berstatus bujangan tersebut telah melewati sejumlah pengalaman di media konvensional maupun media online sebelum akhirnya memutuskan membangun media sendiri.

Keputusannya mendirikan Ranah Nusantara menjadi babak baru dalam perjalanan profesionalnya, sekaligus langkah untuk mengembangkan kiprah di dunia pers.

 

Menapaki Perjalanan di Dunia Jurnalistik

Sebelum mendirikan media sendiri, Ahlan pernah berkiprah sebagai wartawan di Harian Rakyat bengkulu dan smepag ditugaskan di kota hingga kabupaten, media yang dikenal di Provinsi Bengkulu. Ia juga pernah menjalani karier jurnalistik di media lokal Kabupaten Kaur, yakni Radar Kaur.

Pengalaman bergabung dengan sejumlah media tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam mengenal dunia pemberitaan, mengembangkan kemampuan jurnalistik, serta memahami dinamika kerja seorang wartawan.

Tidak hanya aktif di dunia pers, Ahlan juga pernah dikenal melalui aktivitasnya di media sosial TikTok dengan akun bernama Gulita Paluh. Pengalamannya di berbagai platform tersebut menambah warna dalam perjalanan aktivitasnya di bidang informasi dan komunikasi.

Berbagai pengalaman itu kemudian menjadi bekal bagi Ahlan untuk menatap peluang yang lebih besar, yakni membangun media yang dapat dikelolanya secara mandiri.

 

Sempat Bergabung dengan Radar Melayu

Sebelum mendirikan Ranah Nusantara, Ahlan juga sempat bergabung dengan Radar Melayu selama beberapa pekan. Dalam keterlibatannya tersebut, ia dipercaya menjalankan tugas jurnalistik untuk wilayah Kabupaten Kaur.

Kepercayaan itu diberikan oleh jajaran pimpinan Radar Melayu, termasuk komisaris dan direktur utama, serta pimpinan redaksi.

Baca Juga :  Pemdes Sinar Mulya Bangun Jalan Usaha Tani, Kades: Untuk Sejahterakan Masyarakat

Meski berlangsung dalam waktu relatif singkat, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Ahlan sebelum memutuskan mengembangkan media sendiri.

Dalam proses itu, Ahlan sempat melakukan diskusi singkat dengan Julianto, S.I.Kom., pimpinan PT Radar Melayu Sejahtera yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Kabupaten Kaur dan merupakan wartawan bersertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers.

Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi Ahlan untuk bertukar pikiran mengenai perjalanan karier dan pengembangan media. Dalam pertemuan itu, ia memperoleh arahan serta wejangan yang menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya.

Berbekal pengalaman yang telah dilalui dan masukan yang diperolehnya, Ahlan kemudian semakin memantapkan niat untuk mendirikan media sendiri.

 

Mendirikan Media Online Ranah Nusantara

Keputusan mendirikan media online bukanlah langkah yang muncul begitu saja. Pengalaman bekerja di sejumlah media membuat Ahlan memiliki gambaran mengenai dinamika jurnalistik, tantangan pengelolaan media, serta peluang yang tersedia di tengah perkembangan teknologi informasi.

Dengan tekad dan keuletan yang dimilikinya, Ahlan akhirnya mendirikan media online Ranah Nusantara

Langkah tersebut menjadi bentuk upayanya untuk membangun ruang pemberitaan yang dikelola secara mandiri. Ia juga merencanakan pembentukan badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) untuk mendukung pengelolaan media secara lebih terstruktur dan profesional.

Pendirian Ranah Nusantara sekaligus menandai peralihan perjalanan Ahlan, dari seorang wartawan yang pernah bergabung dengan sejumlah media menjadi perintis media miliknya sendiri.

 

Aktif Berorganisasi dan Bermasyarakat

Di luar aktivitas jurnalistik, Ahlan juga dikenal aktif dalam organisasi Islam, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Selain itu, ia diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Aktivitas tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Ahlan dalam berorganisasi dan menjalankan peran di lingkungan masyarakat.

Keterlibatannya dalam dunia jurnalistik, organisasi, dan pemerintahan desa menjadi pengalaman yang berbeda dalam perjalanan hidupnya. Masing-masing memberikan ruang untuk belajar, membangun komunikasi, serta memahami berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kades Suka Menanti Berikan Hak Jawab Soal Sorotan DD, Tegaskan Semua Kegiatan Transparan

 

Terus Berjuang Mengembangkan Ranah Nusantara

Setelah mendirikan Ranah Nusantara, perjuangan Ahlan belum berhenti. Ia kini terus berupaya mengembangkan media yang dirintisnya, termasuk merekrut sejumlah wartawan untuk memperkuat jaringan pemberitaan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sebuah media yang dapat beroperasi secara berkelanjutan. Sebab, mendirikan media bukan hanya soal menghadirkan platform pemberitaan, tetapi juga membangun tim, memperluas jangkauan informasi, dan menjaga konsistensi kerja jurnalistik.

Dengan merekrut wartawan, Ahlan berupaya memperkuat kemampuan Ranah Nusantara dalam menjangkau berbagai peristiwa dan informasi di tengah masyarakat.

Perjalanan membangun media tentu membutuhkan proses, kerja sama, dan komitmen jangka panjang. Karena itu, langkah Ahlan merintis Ranah Nusantara menjadi awal dari perjalanan baru yang masih terus berkembang.

 

Dari Pengalaman Menjadi Modal untuk Melangkah

Kisah Ahlan Budi Kusuma, S.P., memperlihatkan perjalanan seorang pemuda yang berusaha membangun karier melalui pengalaman dan keberanian mengambil peluang.

Dari menjadi wartawan di sejumlah media, aktif dalam organisasi, hingga merintis Ranah Nusantara, setiap tahap menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya pada keputusan untuk membangun media sendiri.

Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana Ranah Nusantara dapat tumbuh, memperkuat jaringan wartawan, serta menjaga kualitas pemberitaan di tengah persaingan media digital.

Bagi Ahlan, mendirikan media merupakan sebuah langkah awal. Perjalanan selanjutnya akan ditentukan oleh kerja keras, konsistensi, dan kemampuannya mengembangkan media tersebut agar dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *