JAKARTA, RADAR MELAYU.COM – Jika sebelumnya pertemuan Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP dengan M. Sarmuji, S.E., M.Si berlangsung dalam suasana kekeluargaan sebagai sesama kader Partai Golkar, maka pertemuan yang terjadi pada Rabu (7/10/2026) di Jakarta ini terasa jauh lebih istimewa dan penuh makna kebangsaan.
Kali ini, Bupati Kaur datang tidak lagi menemui sesama pengurus partai, melainkan menyambangi Menteri Perindustrian Republik Indonesia yang baru saja dilantik, M. Sarmuji, S.E., M.Si.
Dalam suasana yang santai, hangat, dan penuh keakraban, Bupati Kaur menyampaikan ucapan selamat secara langsung atas amanah besar dan kepercayaan negara yang telah diberikan Presiden kepada M. Sarmuji untuk memimpin Kementerian Perindustrian.
“Selamat atas amanah barunya. Ini adalah kebanggaan bagi keluarga besar Golkar dan tentunya kebanggaan bagi kita semua. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas untuk kemajuan industri Indonesia,” ungkap Bupati Gusril Pausi.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun berkembang menjadi diskusi yang konstruktif. Bupati Kaur memanfaatkan momen tersebut untuk bertukar gagasan mengenai arah pembangunan nasional, khususnya terkait penguatan sektor industri yang berkeadilan dan merata hingga ke daerah.
Berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Kaur turut menjadi pembahasan. Sebagai kabupaten pesisir yang kaya akan hasil bumi, perikanan, perkebunan, dan pariwisata, Kaur memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan industri berbasis potensi lokal. Mulai dari hilirisasi produk kelautan, pengolahan hasil perkebunan, hingga pengembangan UMKM industri kreatif.
Bupati Gusril berharap, dengan hadirnya M. Sarmuji di Kabinet, akan terbuka ruang yang lebih luas bagi daerah seperti Kaur untuk mendapatkan dukungan pemerintah pusat. Dukungan tersebut diharapkan dalam bentuk kolaborasi program, fasilitasi investasi, pembangunan sentra industri kecil menengah, serta pendampingan untuk meningkatkan daya saing produk lokal Kaur di pasar nasional maupun global.
Bagi Kaur, ini adalah momentum. Kehadiran putra terbaik Partai Golkar di jajaran Kabinet menjadi jembatan harapan antara daerah dan pusat.
“Silaturahmi bukan sekadar bertemu, tetapi tentang menjaga hubungan, menyatukan gagasan, dan membuka jalan bagi kemajuan. Dari Kaur untuk Indonesia, bersama membangun, bersama memajukan, bersama memberikan manfaat untuk masyarakat dan negeri,” tutup Bupati.
Pertemuan ini pun menjadi simbol bahwa politik kaderisasi yang baik pada akhirnya akan bermuara pada pengabdian untuk negeri. Dari silaturahmi kader, kini menjadi silaturahmi untuk membangun Indonesia. (red)





