RADARMELAYU.COM, KAUR -Menindaklanjuti kasus asusila yang menyeret salah satu oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di salah satu desa di Kabupaten Kaur, masyarakat setempat mempertanyakan kejelasan dan langkah tegas dari pemerintah setempat.
Warga menilai hingga kini belum ada keterangan resmi terkait sanksi maupun tindak lanjut terhadap oknum BPD yang terlibat dalam kasus asusila tersebut padahal oknum tersebut benar terbukti melakukan asusila dan sudah mengundurkan diri dari jabatanya. Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan tidak tutup mata dan segera memberikan kepastian.
Menurut warga, kasus asusila yang melibatkan mitra dari pemerintahan desa dinilai mencoreng nama baik desa dan dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat.
“Apakah nanti akan ada penyucian desa atau halal bihalal, supaya desa kami ke depan tidak terkena sial akibat kejadian asusila ini,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap ada ritual adat maupun doa bersama sebagai bentuk pembersihan secara moral dan spiritual, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan desa kembali kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut kasus tersebut.
(Red)










