
BENGKULU SELATAN –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.830 kasus ISPA di wilayah Bengkulu Selatan.
Kepala Dinkes Bengkulu Selatan, Didi Ruslan,mengatakan ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perubahan cuaca ekstrem dari musim kemarau menuju musim hujan.
Peralihan Musim Jadi Pemicu
Menurut Didi, selain disebabkan oleh virus, kondisi cuaca yang berubah-ubah secara cepat sangat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat.
“Cuaca ini tadinya kita mengalami kemarau, sekarang mulai memasuki musim hujan. Jadi diharapkan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi fisik dan menghindari hujan atau suasana yang terlalu panas,” ujar Didi, Rabu (17/09/26).
Imbauan Jaga Stamina dan Pola Hidup Sehat
Didi menambahkan, kunci utama mencegah ISPA adalah dengan menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, dan menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan gejala awal gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas.
“Apabila mulai mengalami gejala gangguan pernapasan, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi,” tegasnya.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di tengah perubahan musim, Dinkes Bengkulu Selatan mengingatkan agar upaya menjaga kesehatan tetap menjadi perhatian bersama, sehingga risiko terkena ISPA maupun gangguan kesehatan lainnya dapat diminimalkan.











